back to top

We are on

Shopping Cart
0 item(s)
Rp 0.00
Your Cart

Popular Products

Toko Infolabmed

Rp 81000
Add to cart
Pedoman Teknik Pemeriksaan Laboratorium Klinik Untuk Mahasiswa Ahli Teknologi Laboratorium Medik
ARTICLE POST
-

Demam berdarah Dengue
Demam berdarah atau demam dengue (disingkat DBD) adalah infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Nyamuk atau/ beberapa jenis nyamuk menularkan (atau menyebarkan) virus dengue. Demam dengue juga disebut sebagai \"breakbone fever\" atau \"bonebreak fever\" (demam sendi), karena demam tersebut dapat menyebabkan penderitanya mengalami nyeri hebat seakan-akan tulang mereka patah. Sejumlah gejala dari demam dengue adalah demam; sakit kepala; kulit kemerahan yang tampak seperti campak; dan nyeri otot dan persendian. Pada sejumlah pasien, demam dengue dapat berubah menjadi satu dari dua bentuk yang mengancam jiwa. Yang pertama adalah demam berdarah, yang menyebabkan pendarahan, kebocoran pembuluh darah (saluran yang mengalirkan darah), dan rendahnya tingkat trombosit darah (yang menyebabkan darah membeku). Yang kedua adalah sindrom renjat dengue, yang menyebabkan tekanan darah rendah yang berbahaya.
Terdapat empat jenis virus dengue. Apabila seseorang telah terinfeksi satu jenis virus, biasanya dia menjadi kebal terhadap jenis tersebut seumur hidupnya. Namun, dia hanya akan terlindung dari tiga jenis virus lainnya dalam waktu singkat. Jika kemudian dia terkena satu dari tiga jenis virus tersebut, dia mungkin akan mengalami masalah yang serius.
Belum ada vaksin yang dapat mencegah seseorang terkena virus dengue tersebut. Terdapat beberapa tindakan pencegahan demam dengue. Orang-orang dapat melindungi diri mereka dari nyamuk dan meminimalkan jumlah gigitan nyamuk. Para ilmuwan juga menganjurkan untuk memperkecil habitat nyamuk dan mengurangi jumlah nyamuk yang ada. Apabila seseorang terkena demam dengue, biasanya dia dapat pulih hanya dengan meminum cukup cairan, selama penyakitnya tersebut masih ringan atau tidak parah. Jika seseorang mengalami kasus yang lebih parah, dia mungkin memerlukan cairan infus (cairan yang dimasukkan melalui vena, menggunakan jarum dan pipa infus), atau transfusi darah (diberikan darah dari orang lain).
Sejak 1960-an, semakin banyak orang yang terkena demam dengue. Penyakit tersebut mulai menimbulkan masalah di seluruh dunia sejak Perang Dunia Kedua. Penyakit ini umum terjadi di lebih dari 110 negara. Setiap tahun, sekitar 50–100 juta orang terkena demam dengue.
Para ahli sedang mengembangkan obat-obatan untuk menangani virus secara langsung. Masyarakat pun melakukan banyak usaha untuk membasmi nyamuk.
Deskripsi pertama dari demam dengue ditulis pada 1779. Pada awal abad ke-20, para ilmuwan mengetahui bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh virus dengue, dan bahwa virus tersebut ditularkan (atau disebarkan) oleh nyamuk.
Sumber : Wikipedia

Demam Berdarah Dengue

ARTICLE POST
-

Demam berdarah Dengue
Demam berdarah atau demam dengue (disingkat DBD) adalah infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Nyamuk atau/ beberapa jenis nyamuk menularkan (atau menyebarkan) virus dengue. Demam dengue juga disebut sebagai \"breakbone fever\" atau \"bonebreak fever\" (demam sendi), karena demam tersebut dapat menyebabkan penderitanya mengalami nyeri hebat seakan-akan tulang mereka patah. Sejumlah gejala dari demam dengue adalah demam; sakit kepala; kulit kemerahan yang tampak seperti campak; dan nyeri otot dan persendian. Pada sejumlah pasien, demam dengue dapat berubah menjadi satu dari dua bentuk yang mengancam jiwa. Yang pertama adalah demam berdarah, yang menyebabkan pendarahan, kebocoran pembuluh darah (saluran yang mengalirkan darah), dan rendahnya tingkat trombosit darah (yang menyebabkan darah membeku). Yang kedua adalah sindrom renjat dengue, yang menyebabkan tekanan darah rendah yang berbahaya.
Terdapat empat jenis virus dengue. Apabila seseorang telah terinfeksi satu jenis virus, biasanya dia menjadi kebal terhadap jenis tersebut seumur hidupnya. Namun, dia hanya akan terlindung dari tiga jenis virus lainnya dalam waktu singkat. Jika kemudian dia terkena satu dari tiga jenis virus tersebut, dia mungkin akan mengalami masalah yang serius.
Belum ada vaksin yang dapat mencegah seseorang terkena virus dengue tersebut. Terdapat beberapa tindakan pencegahan demam dengue. Orang-orang dapat melindungi diri mereka dari nyamuk dan meminimalkan jumlah gigitan nyamuk. Para ilmuwan juga menganjurkan untuk memperkecil habitat nyamuk dan mengurangi jumlah nyamuk yang ada. Apabila seseorang terkena demam dengue, biasanya dia dapat pulih hanya dengan meminum cukup cairan, selama penyakitnya tersebut masih ringan atau tidak parah. Jika seseorang mengalami kasus yang lebih parah, dia mungkin memerlukan cairan infus (cairan yang dimasukkan melalui vena, menggunakan jarum dan pipa infus), atau transfusi darah (diberikan darah dari orang lain).
Sejak 1960-an, semakin banyak orang yang terkena demam dengue. Penyakit tersebut mulai menimbulkan masalah di seluruh dunia sejak Perang Dunia Kedua. Penyakit ini umum terjadi di lebih dari 110 negara. Setiap tahun, sekitar 50–100 juta orang terkena demam dengue.
Para ahli sedang mengembangkan obat-obatan untuk menangani virus secara langsung. Masyarakat pun melakukan banyak usaha untuk membasmi nyamuk.
Deskripsi pertama dari demam dengue ditulis pada 1779. Pada awal abad ke-20, para ilmuwan mengetahui bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh virus dengue, dan bahwa virus tersebut ditularkan (atau disebarkan) oleh nyamuk.
Sumber : Wikipedia
Rp 55,000

Rp 45,000

Add to cart
LIPID (Klasifikasi, Metabolisme, Aterosklerosis dan Analisis Laboratorium)
ARTICLE POST
-

Pemeriksaan Hematologi di setiap institusi baik itu klinik ataupun rumah sakit, \"istilah\" Hematologi Rutin ini bisa berbeda - beda. Istilah Hematologi Rutin dan atau Hematologi Lengkap bisa saja berbeda- beda. Kami akan memberikan contoh untuk penggunaan \"istilah\" ini pada sebuah klinik atau rumah sakit di daerah tertentu, mungkin juga klinik atau rumah sakit yang ada di lingkunngan Anda berada.

Jika, dokter Anda meminta pemeriksaan \"Hematologi Rutin\" pada \"Klinik A\" terdiri dari empat parameter, seperti Hemoglobin, Leukosit, Hematokrit, dan Trombosit, Maka ada beberapa Klinik yang memberikan hasil lebih lengkap dari \"Klinik A\", misal \"Klinik B\" akan memberikan kebijakan hasil lab yang lebih lengkap, misal saja, di \"Klinik B\" untuk pemeriksaan Hematologi Rutin terdiri dari Hemoglobin, Leukosit, Trombosit, Hematokrit, dan Nilai - Nilai MC. 

Pernah Kami menemukan, kebijakan lain di sebuah Rumah Sakit Swasta, Hematologi Rutinnya mencakup pemeriksaan LED. Mungkin ini yang dikatakan sebagai \"Kebijakan\" dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pasien. Karena, setiap institusi memiliki kelebihan nya masing - masing dan kebijakan yang berbeda - beda tergantung kemampuan institusi nya itu sendiri.

Pada artikel sebelumnya, Kami memberikan gambaran parameter untuk pemeriksaan Hematologi Rutin yang meliputi Hemoglobin, Leukosit, Eritrosit, Hematokrit, Trombosit, dan Nilai - Nilai MC. Pada artikel Kali ini, akan melanjutkan gambaran permintaan laboratorium pada Hematologi Lengkap, yang meliputi Hematologi Rutin, Diffcount, dan LED. Hematologi lengkap pada beberapa institusi lain juga dikenal dengan DPL (Darah Perifer Lengkap).

Sumber : Infolabmed.com

Hematologi Lengkap

ARTICLE POST
-

Pemeriksaan Hematologi di setiap institusi baik itu klinik ataupun rumah sakit, \"istilah\" Hematologi Rutin ini bisa berbeda - beda. Istilah Hematologi Rutin dan atau Hematologi Lengkap bisa saja berbeda- beda. Kami akan memberikan contoh untuk penggunaan \"istilah\" ini pada sebuah klinik atau rumah sakit di daerah tertentu, mungkin juga klinik atau rumah sakit yang ada di lingkunngan Anda berada.

Jika, dokter Anda meminta pemeriksaan \"Hematologi Rutin\" pada \"Klinik A\" terdiri dari empat parameter, seperti Hemoglobin, Leukosit, Hematokrit, dan Trombosit, Maka ada beberapa Klinik yang memberikan hasil lebih lengkap dari \"Klinik A\", misal \"Klinik B\" akan memberikan kebijakan hasil lab yang lebih lengkap, misal saja, di \"Klinik B\" untuk pemeriksaan Hematologi Rutin terdiri dari Hemoglobin, Leukosit, Trombosit, Hematokrit, dan Nilai - Nilai MC. 

Pernah Kami menemukan, kebijakan lain di sebuah Rumah Sakit Swasta, Hematologi Rutinnya mencakup pemeriksaan LED. Mungkin ini yang dikatakan sebagai \"Kebijakan\" dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pasien. Karena, setiap institusi memiliki kelebihan nya masing - masing dan kebijakan yang berbeda - beda tergantung kemampuan institusi nya itu sendiri.

Pada artikel sebelumnya, Kami memberikan gambaran parameter untuk pemeriksaan Hematologi Rutin yang meliputi Hemoglobin, Leukosit, Eritrosit, Hematokrit, Trombosit, dan Nilai - Nilai MC. Pada artikel Kali ini, akan melanjutkan gambaran permintaan laboratorium pada Hematologi Lengkap, yang meliputi Hematologi Rutin, Diffcount, dan LED. Hematologi lengkap pada beberapa institusi lain juga dikenal dengan DPL (Darah Perifer Lengkap).

Sumber : Infolabmed.com







shipping

SAME DAY SHIPPING
Pengiriman langsung dilakukan pada hari pemesanan
0 item(s) in cart

bank acc

Copyright © 2016.
Toko Infolabmed Allright reserved.
Proudly by Blogger
cart
0 items in cart